
Merindukan Dewi Anggraini
Sajak-sajak A. Kohar Ibrahim
Dalam Menghayati
dalam menghayati jalan panjang pengelana, akhirnya
kujumpai dikau yang kuimpikan sepanjang masa
srikandi penggenggam pena keemasan
bintang kejora pemancar sinar segar berbinar
seketika bertemu, berkas berkas cahya berpadu
sedemikian itukah indahnya anugerah tuhan maha esa
maha kuasa maha pengasih penyayang adanya?
sejak itu halaman baru terhampar luas bak langit biru
menyilakan ujung ujung pena keemasan menari nari
mengiringi gubahan lagu merdu insan manusiawi
akankah kian gegap gempita kelangsungan pesta kita
mengungkap kegelapan seraya menerangi alam semesta?
teriring kesyahdu-mesraan irama merdu asmara?
(2002)
*
Sarapan Hambar
sarapan hambar sekali pun jatung hati berdebar debar
menanti mencari cari kabar bidadari di pagi harini:
dewi anggraini
(03.11.02)
*
Sudah Mengerti
sudah mengerti kau takkan kujumpai di pagi harini
namun hasrat keinginan lebih mengatasi pikiran
tanda tanya tak terbilang dalam mengenang
dewi anggraini. terayun gerak lincah irama cerah
ah, betapakah kuat hasrat keinginan menyaksikanmu
menari nari, atau mandi, terjun di air dalam mengambang
berenang renang senang. ataupun beranjak melonjak
riang terbang mengawang mencapai bintang bintang
kerna dikau sendiri bidadari, dewi anggraini, bintang:
kejora cemerlang
jauh tapi dekat sekali seperti erat melekat
masuk merasuk santai relung hati sanubariku
keluasan alam pikiranku
(03.11.02)
*
Aku Merasa Sendiri
aku merasa sendiri di ruang angkasa melayang layang
tinggi ke sana ke mari mencari cari dewi anggraini
seketika aku terkejut bukan kerna takut pengecut
melainkan kini kusadari telah jauh malam hari
di nusantara sang srikandi sedang terlena
dalam impian indah mempesona?
dalam impian kiprah menguak penggelapan?
dalam igauan mengutuk kesengsaraan?
kaum wanita yang diperkosa diperjual-belikan?
kaum bocah cilik yang terusir terlantar di jalanan?
kaum ibu ibu yang waswas di peras keserba-sulitan?
aku merasa sendiri di ruang tempatku berkreasi
mengisi warna warni kata kata beragam nuansa
pikiranku menerawang angkasa eropa hingga nusantara
hatiku menari nari bersimbah segar cahya hati dewi anggraini
(03.11.02)
*
Aku Termangu
aku termangu lalu merasa rasa terjun di ruang hampa
selagi jantung hati sakit pedih terluka kena anak panah
tajamnya menusuk langsung merasuk dalam dalam
mencengkam rejam membikin aku terbungkam
sekali pun tubuh menggigil demam kejam menghujam
kadang kala aku bertanya sendiri kenapa baru kali ini
aku tercengkam perasaan begini
kena terluka anak panah cinta kasih
sekalipun hanya dikau saja yang tahu segalanya
hubungan mesraku pada tanah tumpah darah
ibu pertiwi tercinta belahan dunia nusantara
sekalipun hanya dikau saja yang tahu sedalamnya
Betapa Cahya Hatiku Hatimu Berpadu Satu
kerna dikau telah menjadi belahan jiwaku
kerna dikau dan daku telah dianugerahi-nya
sekalipun aku lagi termangu terhujam sakit rindu
hanyalah kebahagiaan yang benar kurasakan adanya
(03.11.02)
*
Catatan : Merindukan Dewi Anggraini tercantum dalam buku Kumpulan Puisi A.Kohar Ibrahim berjudul Untukmu Kekasihku Hanya Hatiku. Edisi : Titik Cahaya Elka, Batam, Kepri.