Group's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.

 

Sajak sajak A.Kohar Ibrahim*

 

Minggu, 30 November 2008

Batam Pos

 

 

Musim Berganti Hatiku Senantiasa

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim 

--------------- 

 

(1)
musim berganti
musim panas ganti musim semi
tapi tiada perubahan di hati
sekali pun cuma seinci
cintakasih ku untuk mu
setulus seutuh penuh
*

 

------------------ 

 

(2)
musim berganti
tapi tanpa perubahan di relung hati
sekali pun hanya seinci
di singgasana dikaulah permaisuri

penghuni sanubari
indah berseri
*


 

------------------ 

 

 

(3)
musim berganti
tapi suasana cuaca seperti sediakala senantiasa
di sini betawi bekasi kepri atau seluruh negeri er-i
dari bumi maupun kamar pencakar langit tinggi
sekitar airmancur jalan thamrin berbinar sinar
tidur semalaman sejuta rupiah bayaran
di atas meja sisa makanan kebanyakan
di jalanan simpang siur penganggur
gentayangan orang orang kepayahan
pontang panting cari rezki tak kecukupan

dikau risih gelisah
ah sama saja
aku juga
adanya
*
 

 

 

----------------- 

 

(4)
musim berganti
tapi pengap kepengapan senantiasa terisi
sigap siap menyergap setiap saat
munir pemuniran silih bergantian
kaum jagoan mencak-mencak nggak karuanan
di ruang pojok sempit menyempitkan
teriring irama lagu miring
atasnama kesucian atas nama ketuhanan
meski hakiki pembela kepentingan
sepiring nasi
semilyar rupiah atau dollar hasil korupsi
sang penguasa pengusaha bajingan

musim berganti
tapi meski sekian masa gerakan reformasi terjadi
mentalitas k-k-n malah senantiasa ogah berubah
betapa gagah warisan budaya penguasa bedebah
*
 

 

---------- 

 

(5)
musim berganti
tapi pengap kepengapan polusi senantiasa isi mengisi
dari ujung gunung pantai perkampungan nelayan
dari pedesaan sampai pelosok kota perkotaan
barisan panjang orang miskin dan lapar kian memanjang
bukan sejuta melainkan berpuluh puluh juta jiwa
laki perempuan dari bocah sampai lansia
manusia se-umat manusia
seperti dikau
seperti daku
sesama penghirup udara
planit bumi nan indah kaya raya

1 Juli 2008.

 

---------------- 

 

 

Menampak
Mengikuti Jejak


 
ku nampak

jejak tapak

di pantai landai

sendiri berdiri

sepi

mengarungi imajinasi

puisi

tanpa tepi

 
*

 
Jejak

 

jejak

jejak

tapak

setapak

setapak

makin banyak

jejak jejak

sajak sajak

penyajak

pengajak

layak

iyak!

 
3 april 2007


Blog EntryA.Kohar Ibrahim: Kosong Nan Berisi PuisiNov 25, '08 4:53 PM
by Ibrahim for everyone

 

Kosong Nan Berisi

Puisi

Oleh : A.Kohar Ibrahim

daku berdiri

di tengah siang hari

barusan kegelapan sirna sendiri

barusan barusan lagi bumi masih berselimut kegelapan

dini malam dini hari bertanda cahaya bintang kejora

pengisi kosong kekosongan carik larik larik puisi

cinta kasih mu tiada terperi

pertanda hakiki

dikaulah

puisi

dikaulah

bintang

kejora

malam

hari

dini

pagi

dewi

anggraini

terang

mu

bintang cerlang

meski tengah hari kepri

dalam hangat bincang bincang

dalam tutur teratur guru besar bangsa gus dur

teladan integritas berprilaku nan jujur

suaranya renyah ditelaah mudah

beraninya tabah nan gagah

berani karena benar

berpihak rakyat

berjiwa besar

dia lah

yang benar

faktanya benar

mengungkap segi gelap

bangsa penderita sengsara

sakit lebih nista dari kusta

sakit budaya dusta

sifilisasi korupsi

miskin jujur

kaya hipokrisi

dahaga kuasa

serakah segala

pengobral janji

tanpa ditepati

di mana keadilan

di mana kemerdekaan

di mana pula kemakmuran

rantai kemiskinan terus menjerat rakyat

berjuta juta manusia terpinggir tergusur

bangsa dan negara nyaris hancur lebur

*

di sini

daku berdiri

di tengah halaman putih

nampaknya kosong tapi berisi

rambut hitam ku putih kian memutih

sejak pagi hari langit kosong menuang isi

serpih serpih salju putihnya suci murni

duhai betapa segar rasa udara harini

dari nusantara ku dengar suara

merdu mesra dewiku terkasih

dalam rindu merindu

mengisi kalbu

selalu

*

(25.11.2008)

Ilustrasi Kongkow Dengan Gus Dur, Batam, Kepri, 24 November 2008.

Moderator : Lisya Anggraini Foto : Wijaya Satria.


Blog EntryA.Kohar Ibrahim: Merindukan Dewi AnggrainiNov 20, '08 5:28 AM
by Ibrahim for everyone

 

 

Merindukan Dewi Anggraini

 

 

 

Sajak-sajak A. Kohar Ibrahim

 

 

Dalam Menghayati

 

dalam menghayati jalan panjang pengelana, akhirnya

kujumpai dikau yang kuimpikan sepanjang masa

srikandi penggenggam pena keemasan

bintang kejora pemancar sinar segar berbinar

 

seketika bertemu, berkas berkas cahya berpadu

sedemikian itukah indahnya anugerah tuhan maha esa

maha kuasa maha pengasih penyayang adanya?

 

sejak itu halaman baru terhampar luas bak langit biru

menyilakan ujung ujung pena keemasan menari nari

mengiringi gubahan lagu merdu insan manusiawi

 

akankah kian gegap gempita kelangsungan pesta kita

mengungkap kegelapan seraya menerangi alam semesta?

teriring kesyahdu-mesraan irama merdu asmara?

 

(2002)

 

*

 

Sarapan Hambar

 

sarapan hambar sekali pun jatung hati berdebar debar

menanti mencari cari kabar bidadari di pagi harini:

dewi anggraini

 

(03.11.02)

 

*

 

 

Sudah Mengerti

 

sudah mengerti kau takkan kujumpai di pagi harini

namun hasrat keinginan lebih mengatasi pikiran

tanda tanya tak terbilang dalam mengenang

dewi anggraini. terayun gerak lincah irama cerah

 

ah, betapakah kuat hasrat keinginan menyaksikanmu

menari nari, atau mandi, terjun di air dalam mengambang

berenang renang senang. ataupun beranjak melonjak

riang terbang mengawang mencapai bintang bintang

kerna dikau sendiri bidadari, dewi anggraini, bintang:

kejora cemerlang

 

jauh tapi dekat sekali seperti erat melekat

masuk merasuk santai relung hati sanubariku

keluasan alam pikiranku

 

(03.11.02)

 

*

 

 

Aku Merasa Sendiri

 

aku merasa sendiri di ruang angkasa melayang layang

tinggi ke sana ke mari mencari cari dewi anggraini

seketika aku terkejut bukan kerna takut pengecut

melainkan kini kusadari telah jauh malam hari

di nusantara sang srikandi sedang terlena

dalam impian indah mempesona?

dalam impian kiprah menguak penggelapan?

dalam igauan mengutuk kesengsaraan?

kaum wanita yang diperkosa diperjual-belikan?

kaum bocah cilik yang terusir terlantar di jalanan?

kaum ibu ibu yang waswas di peras keserba-sulitan?

 

aku merasa sendiri di ruang tempatku berkreasi

mengisi warna warni kata kata beragam nuansa

pikiranku menerawang angkasa eropa hingga nusantara

hatiku menari nari bersimbah segar cahya hati dewi anggraini

 

(03.11.02)

 

*

 

Aku Termangu

 

aku termangu lalu merasa rasa terjun di ruang hampa

selagi jantung hati sakit pedih terluka kena anak panah

tajamnya menusuk langsung merasuk dalam dalam

mencengkam rejam membikin aku terbungkam

 

sekali pun tubuh menggigil demam kejam menghujam

kadang kala aku bertanya sendiri kenapa baru kali ini

aku tercengkam perasaan begini

kena terluka anak panah cinta kasih

 

sekalipun hanya dikau saja yang tahu segalanya

hubungan mesraku pada tanah tumpah darah

ibu pertiwi tercinta belahan dunia nusantara

sekalipun hanya dikau saja yang tahu sedalamnya

Betapa Cahya Hatiku Hatimu Berpadu Satu

 

kerna dikau telah menjadi belahan jiwaku

kerna dikau dan daku telah dianugerahi-nya

sekalipun aku lagi termangu terhujam sakit rindu

hanyalah kebahagiaan yang benar kurasakan adanya

 

(03.11.02)

 

 

*

 

Catatan : Merindukan Dewi Anggraini tercantum dalam buku Kumpulan Puisi A.Kohar Ibrahim berjudul Untukmu Kekasihku Hanya Hatiku. Edisi : Titik Cahaya Elka, Batam, Kepri.


Blog EntryA.Kohar Ibrahim: Hai Ku Tahu Ku Rasa RasaOct 18, '08 7:37 AM
by Ibrahim for everyone

Hai Ku Tahu Ku Rasa Rasa

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

(1)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

sejuk udara musimgugur ku reguk mesra

wangi teh jasmin penggairah raga

 

*

 

(2)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

meski hijau dedaunan menguning warna

kesejuk-hangatan musimsemi dikau jaga senantiasa

 

*

 

(3)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

kala daun daun kuning melayang tinggalkan ranting

segera kau kirim pertanda supaya kujaga asa sekuat bisa

 

*

 

(4)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

sejuk  dingin membawa kenang terbang mengawang

dipeluk angin kencang dari guangdong ke gunung cingkang

 

*

 

(5)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

dinihari nostalgia gairah menggugah asa senantiasa

seketika siauwli menyaji keindahan puisi lanskap lijiang guangxi

 

*

 

(6)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

laju melaju kenangan indah pemandangan lijiang bengawan

seperti nuai puisi mawie di tepi sungai mutiara dalam perjalanan *

 

*

 

(7)

 

hai ku tahu ku rasa rasa

dalam dingin musim gugur berkas mentari datang melipur

ah, gairah bertambah tabah bila ku reguk lingzhi  si tumbuhan nan abadi   

 

 

(17 oktober 08)

 

 

Catatatan : (*) Terkesan puisi Mawie Ananta Jonie : « sungai mutiara meninggalkan kenangan / nuai puisi dalam perjalanan » (Kanton-Peking), Kreasi N° 18 1994 hlm 12.

Sekedar ilustrasi foto lukisan tintacina karya Abe alias Kohar.

 

 

 


Blog EntryA.Kohar Ibrahim: Hai Ku Tahu Ku RasaOct 5, '08 4:48 PM
by Ibrahim for everyone

Hai Ku Tahu Ku Rasa

 

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

 

 (1)

hai ku tahu ku rasa dingin udara kian terasa

masa kehijauan massa berubah kuning nuansa

aneka warna warni mewarnai hatinurani

 

 

*

 

(2)

hai ku tahu ku rasa hening santai pengganti ramai pesta

gertak gemeretak mengiringi gerak langkah beranjak

di jalur telusur kebun taman dan hutan belantara

 

*

 

(3)

hai ku tahu ku rasa kian hari makin dingin cuaca

mega mendung gerimis hujan menyelemuti angkasa

tiada kuasa membenam jiwa dalam kelumpuhan adanya

 

*

 

(4)

hai ku tahu ku rasa sedih cemas mengundang gemas

malam dan hari silih berganti tapi udara pengap polusi

ragam kolusi perampok tanpa kapok berjubah hipokrisi

 

*

 

(5)

hai ku tahu ku rasa uring-uringan bak setan gentayangan

ragam tekanan memicu pemberontakan dan pemogokan

ledak teriak dentum bom dan meriam bepacu sang waktu

 

*

 

(6)

hai ku tahu ku rasa betapa sukar memakna menjaga sabar

meneriak watak muak keserakahan kesetanan mematikan

jutaan korban penipuan, kesengsaraan dan kekerasan

 

*

(7)

hai ku tahu ku rasa dikau pun tahu dikau pun merasa

perubahan musim bukan pertanda akhir dunia

esok pagi kita nikmati lagi sinar mentari yang sama

 

(Oktober 08)

 


Blog EntryA.Kohar Ibrahim: Hai Ku Tahu Ku PahamiSep 18, '08 5:35 PM
by Ibrahim for everyone

 A.Kohar Ibrahim :

Hai Ku Tahu Ku Pahami

 

(1)

Hai ku tahu ku pahami

dikaulah pula pencinta makna kata

meski seberapa merekah puisi bersemi.

 

(2)

Hai ku tahu ku pahami

dikaulah pula penyemai makna kata

meski sebaris baris nada irama manis puitis.

 

(3)

Hai ku tahu ku pahami

dikaulah pula penyunting makna kata

 indahnya seindah bunga anggrek bulan putih suci.

 

(4)

Hai ku tahu ku pahami

dikaulah pula penyebar makna kata

yang benar benarlah senantiasa cerah bersinar binar.

 

(5)

Hai ku tahu ku pahami

dikaulah pula pewaris makna kata

budi bahasa pertanda adab bangsa sebangsa manusia.

(18.09.2008)


Blog Entry[PUISI] Persinggahan Yang TertundaSep 6, '08 1:12 AM
by Kang for everyone
tak hendak menepi
tak hendak menyeberang
tak dapat kuraih lagi
kuterdiam dimainkan gelombang

ingin kubawa jauh berlayar
kemudian menemukan pantai di pagi hari
namun angin berhembus menghindar
meninggalkan senja termangu sendiri

takkan kudapati pantai diujung sana
dan membuat jejak kaki baru
tanpa meninggalkan luka
karena aku masih di sini

ku ingin kembali
mungkin di lain hari
pastikan perahu ini berlayar lagi
menuju persinggahan
yang tertunda

Blog EntryAku Merindukan KiamatAug 4, '08 10:32 PM
by Kang for everyone
Derap derap kaki bertaburan
Langkah menjejak tanah  tanpa haluan
Langit menghitam tenggelam dalam kelam awan

Ketika api berkobar membakar  tubuh
Orang mati terpanggang  dalam peluh
Mayat-mayat itu tergeletak tak bergerak
Seusai lengking jerit yang meledak

Getaran menghuyungkan semua isi
Ketika bulan menghujam ke bumi
Dan tubuh meleleh tak menyisakan sisi
Ketika matahari mendekat sampai satu inchi

Ah itu tak seberapa
Tengoklah sisi dunia sana
Air laut menghambur merenggut tanpa sisa
Teriak ampun dan taubat tak lagi berharga

Aku merindukan kiamat
Jika itu memulai dunia indah akherat
Meninggalkan hari ini
Yang makin tanpa kendali

ini hanya suatu harapan
atau hanya sebuah bualan
Ketika negeri ini hanya menyisakan
Tangis dan derita rakyat  tak tertahankan.
 

.....munama....

 

Seberkas Baris Baris Kata Puitis :

Kepri Pulau Cinta Kasih

Oleh : A.Kohar Ibrahim

  

Kepri

kepri pulau cinta kasih

di anggreksari isteri senantiasa setia menanti

*

Di Batam Center

di batam center halaman terhias tanaman

semoga kawasan berubah taman nan indah menggairahkan

*

Di Sekupang

di sekupang hati senang pikiran  terang

menikmati sajian masakan restoran di tepi empang

*

Dari Sekupang

dari sekupang ke tanjungpinang

hati senang mengarungi ombak menggelombang

*

Dari Tanjungpinang

dari tanjung pinang berangkat ke pulau penyengat

di sisi kekasih senantiasa gairah semangat

*

Jembatan Balerang

jembatan balerang menjulang terbentang panjang

sambungan harapan kemajuan dua tepian

*

Awan Gemawan Tanjung Kubu

awan gemawan arak berarakan

dalam pesta alam panorama tanjung kubu mempesona

*

Pantai Setoko

pantai setoko santai damai nan permai

penggugah penggubah puisi nan abadi

*

Pulau Penyengat

penyimpan kisah sejarah indah tradisi semangat adat istiadat

sarat isyarat harapan kebaruan dari zaman ke zaman

*

Minggu 20 Juli 2008.

Catatan : Ilustrasi karya lukis Abe alias A.Kohar Ibrahim.


Puisi A. Kohar Ibrahim :

 

Dalam Rindu Kereta Kencana Elka

Kenangan Karawang-Bekasi

 

*

 

Dalam Rindu

 

dalam rindu

ku ingat ayat syahdu

« hati itu kerajaan di dalam tubuh » *

 

dalam rindu

ku ingat itikad syahdu

akad nikah di depan penghulu

 

dalam rindu

syukur alhamdulillah

segala ujian menempa kita makin tabah

 

dalam rindu

itikad semakin kuat semangat

setia menjaga cinta dengan kukuh

 

dalam rindu

keyakinan kian dalam tertanam

dikau lah permaisuri kerajaan kalbu

 

8 Juli 2008.

 

*

 

Kereta Kencana Elka

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

dalam rindu

terkenang masa mesra

baru setahun lalu

dalam gerbong kereta api

jakarta-cirebon via bekasi

lalu ke subang di kampung gunung

di sana lah dalam mesjid nyaris rampung

kita baca doa seraya bersumpah di hadapan allah

khusuk syahdu mengucap kata-kata akad nikah

bersaksikan petugas aturan dunia dan agama

serta para wakil kaluarga tercinta kita

demi membina keluarga cita-cinta

sakinah-mawadah-warahmah

insya allah

syukur alhamdulillah

keberangkatan kembali dikau duduk di sisi

bukan lagi sebagai kekasih melainkan sang isteri

dalam gerbong kereta api bak kereta kencana

dari cirebon ke jakarta via bekasi

kita telusuri perjalanan cinta-kasih

dengan keteguh-tabahan sekalian kesabaran

layaknya hamba tuhan menghadapi segala ujian

gandeng bergandengan tangan

seiring seperjuangan

selama hayat dikandung badan

hingga menggapai tujuan tertinggi

di hari nanti

insya allah

 

24.08.2007

 

*

 

 

Terkenang Karawang-Bekasi

 

Oleh : A.Kohar Ibrahim

 

 

kasih,

iya memang iya

dalam direjam rindu

ku tulis baris baris puitis itu

pertanda suara

hatinurani ku

untuk mu

dalam menunggu

juga merindu lelaki mu

aku

perantau jauh dari dikau

nun jauh di hamparan pulau riau